Jumat, 26 April 2013

Jenis-jenis Stang Motor

halo sobat blogger kali ini saya mau membahas tentang berbagai jenis stang motor, yang biasa di gunakan untuk mengganti stang standar dari pabrik'an motor itu sendiri. dan biasanya yang sering di ganti adalah tipe motor sport, biar terlihat lebih keren dan garang.
dan berikut beberapa nama jenis stang aksesoris motor.

1. Cruiser Handlebar
    Ini yang paling umum digunakan pada motor naked atau sport cruiser. posisi yang lebih tegak     memungkinkan pengguna tidak pegal dalam berkendara ataupun saat melakukan perjalanan jarak jauh.

2. Motocross Bars
Hampir sama dengan cruiser bar tapi lebih panjang dan lebih tinggi, untuk handling yang lebih baik du jalanan ekstrim.

3. Ape Handlebar
Model yang setangnya menjulang tinggi, sering di gunakan pada motor vespa.

4. Beach Bars
Hampir sama juga dengan cruiser bar, hanya lebih panjang supaya pengendara lebih santai mengendarai motor.

5. Z Bars
Model yang bagian stangnya menukik tajam layaknya huruf Z.

6. Drag Bar
Jenis ini mempunyai bentuk yang lurus. dan diasanya di pakai pada motor-motor drag.

7. Buckhorn Bars
Kombinasi antara Ape handle dengan Z bar, hanya lebih pendek dan dengan sudut yang tidak tajam.

8. Clip On (Stang Jepit)
Model ini yang sering  di pakai oleh para biker, karena modelnya yang terlihat lebih sporty. namun juga bikin pegel kalau di pakai perjalanan jarak jauh karena modelnya yang terlalu menunduk.

Rabu, 24 April 2013

Cara Mengganti Air Radiator Pada Vixion


berikut cara menguras air radiator vixion
Peralatan yang harus di siapkan :
1. wadah penampungan bekas air radiator
2. kunci pas 10 untuk membuka baut pembuangan air
3. kunci L buat membuka side cowl
4. Yamacoolant
Langkah 1. buka dulu side cowl nya
buka side cowl
Langkah 2 . buka baut yang berada di silinder mesin, tepatnya di bawah header knalpot, jangan lupa siapkan juga tempat / wadah untuk menampung air bekas radiator, biar gak mbleber kemana mana.
baut pembuangan air radiator
Langkah 3. Buka tutup radiator yang berada di radiator sebelah kanan atas, tunggu sampai airnya keluar semua dari lubang pembuangan.
Buka tutup radiatornya :roll:
Langkah 4. kalau sudah terkuras, tutup kembali baut pembuangan air radiator nya, jangan sampai kelupaan nih nanti atas ngisi bawahnya masih ngucur :mrgreen:
Langkah 5. Isi air radiator sampai penuh
Isi air radiator sampai penuh
Langkah 6. buka side cover kiri yang bentuknya segitiga hitam dibawah tangki.lalu isi reservoir nya, jangan terlalu penuh. buka tutup rerservoirnya lalu isi dengan Yamacoolant.
isi reservoir sampai batas "FULL" , jangan terlalu penuh
Langkah 7.  Pasangkembali tutup reservoir, lalu pasang kembali side cover dan side cowl nya. Jangan lupa sisa sisa aer radiator dibuang biar tidak dipake mainan oleh anak kecil / malah tumpah 

Minggu, 14 April 2013

Cara melepas stiker body motor


Cara melepas stiker body -Terkadang kita akan membuka stiker yang berada di badan kendaraan kita, tetapi sisa lemnya masih melekat kuat dan susah untuk dihilangkan. Untuk menghilangkan bekas lem tersebut, kita bisa menggunakan minyak kayu putih dan selembar kain bersih untuk mengelapnya, pasti sisa lem yang tadi susah dihilangkan sekarang tidak ada bekasnya lagi.
Cara melepas stiker body
1. Identifikasi stiker
Sebelum mulai mencopot, pertama identifikasi dulu stiker yang pengen dibuang. Pasalnya ada stiker yang emang penting dan harus ada di motor. Contohnya kayak sticker cara perawatan motor.
2. Prioritas
Setelah proses identifikasi selesai, Cara melepas stiker body berikutnya cari sticker mana yang susah dan yang gampang dicopot. Yang susah tuh kalo sticker yang nempel dilapisi pake clear coat. Yang gampang tentu aja sticker yang ditempel begitu aja tanpa dilapisi apapun. Dari sini bisa ditentuin mana yang pengen dikerjain lebih dulu.
3. Mencopot sticker tanpa clear coat
Yang ini agak cepet ngerjainnya, apalagi kalo motornya masih baru. Biasanya tuh sticker belum nempel-nempel banget, lantaran lemnya belum rekat banget. Bisa aja langsung dicopot setelah mencungkil bagian ujung-ujungnya pake kuku. Tapi saat mencungkil harus hati-hati, bisa-bisa cat bodi ikutan terkelupas. Biar lebih aman, panasi dulu sticker pake hair dyer. Panas dari hair dryer bakal mengurangi kerekatan lemnya.
4. Cara melepas stiker body dengan clear coat
Bagian ini agak susah lantaran harus 2 kali kerja. Pertama adalah mencopot dulu pelapisnya. Setelah itu baru mencopot stickernya. Biar gampang, caranya sih nggak jauh beda dengan cara sebelumnya. Panasin dulu sticker dan pelapisnya yang pengen dicopot, setelah itu baru dikerjain pencopotannya.Biasanya nggak cukup sekali aja pemanasan dengan hair dryer-nya. Pemanasan pertama adalah buat mencopot pelapis, dan pemanasan kedua buat mencopot stickernya.
5. Panasi berulang-ulang
Sebenernya pemanasan nggak cukup dilakuin sekali aja di awal sebelum nyopot sticker. Selama pencopotan kalo bisa pemanasan dilakuin terus-menerus, soalnya siapa tau lemnya cepat mengeras lagi. Lakuin terus pemanasan denganhair dryer sampai sticker tercopot semua.
6. Semprot dengan cairan pembersih
Setelah sticker berhasil dicopot semua pake cara tadi, biasanya jarang ada bekas lem yang tertinggal. Tapi nggak ada salahnya buat ngebersihin tempat bekas sticker nempel. Caranya bisa memakai semprotan pembersih.

Beberapa Ukuran Klep Motor Standar

Kali ini saya ingin membagi informasi tentang beberapa macam ukuran Klep pada sepeda motor, yang banyak di gunakan oleh kebanyakan biker tanah air. 
berikut beberapa contohnya :
Honda CBR 150
  • Diameter as         : 3,5mm
  • Diameter klep in  : 24mm
  • Diameter klep ex : 21mm
Yamaha Mio
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 21mm
  • Diameter klep ex : 19mm
Honda Grand /supra/ legenda
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 21mm
  • Diameter klep ex : 19mm
Honda Supra X 125
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 24mm
  • Diameter klep ex : 21mm
Honda Beat / vario
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 25,5mm
  • Diameter klep ex : 21mm
Honda Blade
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 25,5mm
  • Diameter klep ex : 21mm
Honda Legenda
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 23mm
  • Diameter klep ex : 20mm
Bajaj pulsar 180 cc
  • Diameter as         : 4,5mm
  • Diameter klep in  : 30mm
  • Diameter klep ex : 26mm
Bajaj pulsar 220 cc
  • Diameter as         : 4,5mm
  • Diameter klep in  : 31mm
  • Diameter klep ex : 26mm
Honda Tiger
  • Diameter as         : 5,5mm
  • Diameter klep in  : 31,5mm
  • Diameter klep ex : 27mm
Yamaha MX / Vixion
  • Diameter as         : 4,5mm
  • Diameter klep in  : 19mm
  • Diameter klep ex : 17mm
Honda New megapro 
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 30mm
  • Diameter klep ex : 26mm
Suzuki Satria Fu 150
  • Diameter as         : 4,5mm
  • Diameter klep in  : 22mm
  • Diameter klep ex : 19mm
Suzuki Thunder 125
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 25,5mm
  • Diameter klep ex : 23mm
Dimensi Klep Sonic
  • Panjang               : 74mm
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 28mm
  • Diameter klep ex : 24mm
Dimensi Klep Smash
  • Panjang               : 67mm
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 25mm
  • Diameter klep ex : 22mm
Dimensi Klep Shogun 125/Spin125
  • Panjang               : 72mm
  • Diameter as         : 5mm
  • Diameter klep in  : 25mm
  • Diameter klep ex : 22mm
Kaze VR 125
  • Diameter as         : 4,5mm
  • Diameter klep in  : 21mm
  • Diameter klep ex : 24mm

Senin, 08 April 2013

Analisa Gejala Suara Mesin Kasar


1. Suara kasar timbul dari bagian depan mesin (seputar head dan silinder blok)
suara kasar berlebih terkadang timbul akibat dari pemakain abnormal kendaraan atau memang karena umur dari mesin itu sendiri. hal – hal yang perlu diperhatikan adalah :
  • Cek volume oli mesin, apakah masi wajar kekentalannya atau oli berkurang banyak
  • Selain itu perlu diperhatikan adalah, kerenggangan dari celah klep itu sendiri, karena setiap pabrikan kendaraan memiliki standar celah klep masing – masing. Biasanya celah klep terlalu longgar sehingga berakibat mesin kasar dan cepat panas
  • Keteng, ya itu merupakan rantai mesin, biasanya keteng longgar akan berakibat suara mesin menjadi kasar, hati – hati, karena hal ini akan berdampak kepada keteng lepas atau loncat saat mesin bekerja ekstra akibat keteng longgar
  • Yang terparah adalah, suara kasar akibat dari klep dan bosh klep yang sudah aus, biasanya ini perlu di tindaklanjuti dengan membawa kendaraan anda ke bengkel kepercayaan anda untuk di bongkar mesinnya.
2. Suara kasar atau anomali terjadi di bagian sebelah kanan mesin
Hal ini perlu diperhatikan adalah, suara aneh seperti ada sesuatu yang lepas atau longgar, biasanya suara ini ditimbulkan dari rumah kopling yang sudah aus karetnya, atau bisa juga akibat dari laher girbox yang sudah aus atau bisa juga dari rumah kopling sentrifugal. Jikalau motor ngeden atau gak ada tenaganya, bagi motor dengan kopling ganda, biasanya akibat dari sepatu kopling ganda yang habis atau aus, malah bisa juga dari mangkok koplingnya yang sudah aus.
3. Suara Kasar Timbul saat kondisi mesin dingin
Kalo ini, akibat dari tensioner keteng yang sudah aus, jika ini perlu dilihat, apakah tensioner keteng atau L.A.T nya yang aus, apakah karet tensionerya yang habis, atau bisa juga ketengnya perlu diganti juga…
4. Kok setelah 3 bulan ganti keteng, suara berisik muncul kembali saat mesin dingin?
nah, kalo mengalami hal seperti ini, jangan sesumbar dulu dan menjudge sparepart jelek. Biasanya, kita ganti keteng hanyalah ganti keteng saja….hal ini justru berakibat dari tidak optimalnya dan awet dari keteng tersebut, maka apabila bro or sis’t disini jangan heran jika suara berisik dari keteng timbul dengan jarak waktu yang relatif singkat. Adapun sebaiknya, apabila kita ganti keteng, maka diusahakan sekaligus dengan ganti rol tensionernya, atau lidah tensionernya dan juga L.A.T nya…meskipun kita menilai bahwa komponen tersebut masih layak, namun umur dari komponen tersebut sudah aus dan sebaiknya di ganti menjadi satu paket….
5. Suara kasar seperti ada gesekan dari bagian blok seher
Jika ini terjadi, segeralah cek kendaraan anda ke bengkel terdekat atau bengkel kesayangan anda untuk di cek lebih lanjut. Untuk menggeneralisasikan akibat suara tersebut adalah, seher dan ring nya sudah aus ataustang sehernya oblak sehingga suara kasar tidak terelakkan dan sangat mengganggu tentunya.

Kamis, 04 April 2013

CARA MENGATASI KELISTRIKAN TIDAK NORMAL PADA YAMAHA VIXION ( KODE 46 )



Image Hosted by ImageShack.us
Image Hosted by ImageShack.us
Kode 46 muncul karena Tegangan pada sistem injeksi kurang, banyak hal sebagai penyebanya diataranya:
adanya contak yang kurang baik pada socket2 pengisian tegangan mulai dari Soket tegangan AC 3pasa, Dioda kiprok,sekring,konektor accu atau mungkin accu sudah rusak.
Langkah Pengetesan:
A. Pengetesan Tegangan Out Dioda Kiprok dan Sistem AC
  1. lakukan pengukuran tegangan pada out DC pada dioda apakah 14,1 – 14,3 V pada 1500 rpm
  2. jika tegangan kurang berarti kerusakan pada Dioda atau mungkin pada sistem AC mulai dari stator
  3. Coba lepaskan soket 3pasa dan ukur tahananya 0.448-0.672 Ω pada kondisi medin dingin 20◦C Image Hosted by ImageShack.us
  4. lakukan pembersihan soket AC 3 pase dan socket dioda dengan kontak cleaner
  5. sambung kembali semua socket yang dilepas
  6. hidupkan motor dan ukur ulang tegangan pada soket DC out dioda apakah sudah 14.1 -14.3 pada 1500rpm jika tidak sesuai lakukan penggantian Stator Assy
  7. jika sudah lanjut ke langkah berikutnya.
B. Pengetesan Tegangan pada Accu
  1. Ukur tegangan Accu minimal 13.5-14.3V pada 1500rpm GOOD
  2. jika kurang lakukan pembersihan sekring ataupenggantian sekring dan contak accu, semprot pakai contac cleaner
  3. ukur kembali tegangan Accu 13.5-14.3V pada 1500rpm GOOD
  4. jika Teganga di out dioda 14.1-14.3V tapi di accu masih kurang dari 13.5 pada 1500rpm ada kemungkinan accu yang rusak
  5. coba lakukan penyetruman Accu
  6. cek tegangan setelah penyetruman jika kurang dari 12volt segera lakukan penggantian accu
Catatan:
jika teganagan diatas sudah terpenuhi yaitu tegangan pengisian pada kutub + dan – adalah 14.1-14.3V dan masih terjadi drop tegangan coba Ganti lampu Rem belakang Kemungkinan karena pemakaian yang lama Tahanan dalam lampu menjadi lebih kecil sehingga arus yang mengalir lebih besar ( lampu tidak lagi senilai dengan 21 watt atau 1.8 A)yang dapat membuat aki cepat habis terutama saat rpm rendah dan sering melakukan pengereman

Rabu, 27 Maret 2013

Spesifikasi Oli Motor

 
Pada dasarnya oli itu berfungsi melumasi mesin agar terhindar dari kerusakan yang diakibatkan pergesekan antara satu part dengan part lain, sekaligus sebagai pendingin bagi mesin motor kita. Seiiring perkembangan teknologi, produsen oli menciptakan oli yang berkualitas tinggi, yang mampu menyesuaikan dengan teknologi tersebut.
Ingat !….. oli untuk mobil berbeda dengan oli untuk motor. Oli mobil biasanya dilengkapi bahan yang termasuk kategori friction modifier. Maksudnya, sejenis aditif yang membuat pelumasan semakin lama semakin licin. Untuk motor dengan tipe kopling basah, penggunaan oli yang mengandung  bahan friction modifier, akan menyebabkan kopling slip. Oleh karena itu, antara oli motor dan mobil punya standar yang berbeda.
Oli mobil biasanya mencantumkan standar lembaga seperti ILSAC (International Legal Services Advisory Council) atau ACEA (Association of Consulting Engineers Australia) yang fokus mesin industri termasuk mobil.
Sedang untuk motor, ciri utamanya memakai standar JASO (Japan Automotive Standard Organization).
Jadi, apabila tertera tulisan JASO, misal JASO MA ataupun MB, maka itu memang rekomendasi untuk motor. Sedang yang ada tulisan ACEA, API service atau ILSAC, maka itu jelas untuk mobil.
Oli umumnya mempunya spesifikasi yang berbeda, setiap spesifikasi oli tertera di setiap kemasan yang dikenal dengan API Services (American Petrolium Institute) suatu lembaga sertifikasi pelumas internasional. Kode API Service dimulai dari SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ, SL dan yang tertinggi saat ini adalah SM.
  • SF/SG/SH – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2000-kebawah)
  • SJ – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2000 – 2004)
  • SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2004 – 2007)
  • SM – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2008 – keatas)
Kode “S” bermakna Spark atau mesin bensin dan huruf dibelakangnya menunjukkan urutan pengembangan pelumas. Artinya, setiap muncul kategori yang baru, sudah pasti memenuhi klasifikasi oli sebelumnya.
Untuk motor yang beredar di indonesia, gradenya cukup sampai API SG saja tak perlu sampai SJ, SL apa lagi SM. Grade SM terlampau encer, apabila digunakan untuk motor, dapat menyebabkan slip pada sistem transmisi (kopling) karena kandungan zat anti friction-nya terlampau tinggi, terkecuali oli tersebut telah bersertifikat JASO, karena dirancang tidak bikin slip kopling.
BEDA OLI SINTETIK (Synthetic), SEMI SINTETIK DAN OLI MINERAL
Oli mineral umumnya terdiri atas 90% minyak dasar (crude oil), hasil penyulingan minyak bumi, ditambah 10% campuran bahan kimia aditif untuk meningkatkan kinerjanya. Bahan kimia yang dipakai sebagai campuran biasanya detergen (pembersih), antioksidasi dan Index Viscosity Imorover (campuran peningkat kekentalan). Penggabungan unsur-unsur itu membentuk oli yang mampu melumasi mesin.
Oli sintetik, sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan-bahan aditif. Jumlahnya menentukan jenis oli sintetisnya. Oli sintetis penuh (full synthetic oil) mengandung 100% bahan aditif, yaitu minyak dasar bahan kimia yang bukan dihasilkan dari penyulingan minyak bumi.
Sedangkan oli semi sintetik dibuat dengan menggunakan minyak dasar bahan kimia dicampur oli (minyak) mineral.
Oli sintetik biasanya digunakan untuk mesin berteknologi canggih (turbo, supercharger, dohc, etc.) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part atau logam lebih kecil/sempit/presisi, dimana hanya oli sintetik yang mampu melapisi dan mengalir sempurna.
Oli sintetik tidak disarankan untuk mesin lama, dimana celah antar part biasanya sangat besar/renggang sehingga apabila menggunakan oli sintetik biasanya menjadi lebih boros karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut terbakar sehingga oli cepat habis dan knalpot berasap (ngebul).
Keunggulan oli sintetik dibandingkan oli mineral :
  • Lebih stabil pada temperatur tinggi
  • Mengontrol/Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
  • Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin
  • Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin
  • Tahan terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga lebih ekonomis dan efisien.
  • Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin
  • Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak
Kondisi iklim di Indonesia cukup stabil, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Penggunaan oli mineral sudah cukup untuk pemakaian harian atau sesuai dengan standar yang dianjurkan oleh pabrik.
Sekarang kita kenali oli berdasarkan kekentalannya berdasarkan kode  SAE (Society of American Engineers), yang menunjukkan kekentalan oli sesuai yang ideal buat motor.
Umumnya tingkat kekentalan untuk motor, apabila dilihat dari kondisi iklim di Indonesia, performa mesin dan hasil pengujian, idealnya dapat dibagi 4 jenis yaitu :  SAE 20w50, 10w40, 15w40, atau 15w50. Kode ‘W’ yaitu Winter atau dingin (misalnya 15w50, artinya kekentalan 15 pada suhu dingin dan 50 pada suhu panas).
SAE 20w50
Oli mesin yang masih mampu dipakai sampai kondisi suhu -10 s.d -15 derajat celcius (kode 20w) dan pada suhu 150 derajat celcius dengan tingkat kekentalan tertentu.
Oli jenis ini relatif kurang efisien dalam konsumsi BBM, tetapi sangat baik dalam melindungi/perawatan mesin, terutama untuk jalan yang macet, jarak dekat, polusi dan beban berat. Pada kondisi ini dikenal dg istilah “boundary lubrication”, dimana pada kondisi tersebut, lapisan oli sangat tipis diantara celah mesin yg cenderung berpotensi terjadinya kontak antara logam dg logam.
Oli jenis ini relatif paling kecil nilai viskositas indeksnya (VI), diantara 3 jenis oli lainnya (minimal untuk oli mineral/semi sintetis 120, untuk sintetik 145).
Semakin banyak aditiv viscosity index improver, semakin sensitif oli/kurang baik untuk mesin motor, utamanya terhadap stress di gear.
VI= ukuran kemampuan suatu oli mesin dalam menjaga kestabilan kekentalan oli mesin dalam rentang suhu dingin sampai tinggi. Semakin tinggi VI semakin baik kestabilan kekentalannya. Untuk oli mobil, VI tinggi akan sangat baik dimesin. Untuk motor bisa sebaliknya.
SAE 15w50
Oli mesin yang masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin (minus) -15 s.d -20 derajat celcius (kode 15w) dan suhu 150 derajat celcius dengan tingkat kekentalan tertentu.
Jenis oli relatif sama dengan SAE 20w50. Sedikit yg membedakan adalah sedikit lebih encer dan nilai VI lebih tinggi dari 20w50. (minimal untuk oli mineral 130, untuk sintetik 150).
Semakin tinggi nilai VI, artinya adalah semakin banyak pemakaian aditif peningkat angka VI. Untuk motor hal ini sangat riskan. Aditif ini relative sensitif digunakan untuk motor yang menyatukan oli mesin dan gigi (kopling tipe basah), artinya, oli jenis ini relatif lebih mudah berubah kekentalannya dibandingkan 20w50.
SAE 10w40
Oli mesin yang masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -20 s.d -25 derajat celcius (kode 10w) dan suhu 150 derajat celcius dengan tingkat kekentalan tertentu.
Jenis Oli yang relatif paling encer diantaranya ketiga jenis oli lainnya. Oli ini relatif paling irit BBM,  tetapi kurang baik dalam perlindungan mesin. Terutama pada kondisi jalan sering macet dan beban berat (misalnya sering berboncengan).
Relatif sama dengan SAE 15w50, dalam hal pemakaian aditif peningkat angka VI (minimal untuk oli mineral 130, untuk sintetis 150).
Apakah berarti paling bagus ?
Belum tentu …! Semakin banyak kandungan aditif peningkat angka VI , semakin besar kemungkinan peluang pecahnya aditif VI-nya dan berubah kekentalannya. Ukuran perubahan kekentalan oli biasanya dipakai batasan sampai 25-30% dari kekentalan awal/oli baru.
Sangat sulit memang indikatornya, sebab hanya laboratorium yang bisa memastikan hal ini.
Untuk pemakaian oli jenis ini, disarankan untuk memperhatikan jarak pergantian oli lebih sering/awal. Kalau suara mesin sudah berbeda sedikit….. cepat ganti…!
SAE 15w40
Oli mesin yang masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -15 s.d -20 derajat celcius (kode 15w) dan suhu 150 derajat celcius dengan tingkat kekentalan tertentu .
Nilai VI (minimal untuk oli mineral 125, untuk sintetik 145). Hasil pengujian di motor sebenarnya menunjukkan oli jenis ini yg paling ideal. Oli jenis ini relatif paling stabil kekentalannya dibandingkan yg lainnya.
Masalahnya oli jens ini jarang diaplikasikan untuk motor. Biasanya jenis SAE ini, dipakai utk kendaraan jenis mesin diesel, yang membutuhkan kestabilan kekekentalan dalam jarak jauh dan kondisi ekstrim seperti pada mesin diesel.
Sebagai tambahan aditif VI adalah senyawa kimia kopolimer (rantai panjang) yang mampu beradaptasi pada suhu rendah dan tinggi tetapi, sensitif terhadap stress di gear.

Sumber : http://yvcbogor.wordpress.com